Kenapa begitu indah
Tapi juga kenapa begitu mudah
Untuk menyakitkan dalam setiap waktu
Saat untukku menjamah setiap sisi dunia
Dalam jengkalan yang kadang jemariku tak mampu melebar
Parasmu melintas dalam setiap kekosongan
Untuk jiwa dan pikiran yang tak berkesinambungan
Lagi menyita detik demi detikku
Yang berlajur mengarah pada titik dimensi
Dimana kau slalu hadir untuk mangacau
Pada sudut-sudut nadir
Sekali lagi
Aku yang lemah oleh rasa
Mengertilah, pahamilah, dan rasakanlah
Aku tak paham dalam setiap artikulasi
Yang kau miliki untuk diriku di matamu
Rasa ini menggelegar
Menyambar setiap lintasan rasa terluar
Dalam pikiran dan alunan cerita, nada, dan arah
Cinta Dalam Setiap Jengkalan
Reviewed by Vitroh Virus
on
April 21, 2013
Rating:
Reviewed by Vitroh Virus
on
April 21, 2013
Rating:
